Selasa, 26 Maret 2019

Ketika angin berhembus setengah jalan 
Dan pada saat menyelinap di antara degup jantung 
Seketika itu pulalah jiwa ini terkesiap 
Takut, dingin, terpuruk dan terjebak 
Entah kemana dan pada siapa tangan ini melambai 
Jelas bukan utk memohon pertolongan 
Hanya sekedar mengucapkan salam perpisahan 
Andai saja cahaya itu sudi mampir 
Titip pesanku pada cakrawala 
Lupakan semua yg telah terjadi 
Setidaknya, jangan pernah ingat 
Ingkari janji dan sumpahmu.. 
Bebaskan semuanya, lepaskan rantai itu 
Hanya waktu yg sedang ku tunggu 
pada saat menyelinap di antara degup jantung 
Takut, dingin, terpuruk dan terjebak 
Dan kini aku pamit. 
Lihat dirimu, mengharap belas kasihan 

Jalan ini terlalu cepat utk ditangisi 
Sang surya masih mau mampir jika malam berlalu 
Kemanakan semangat yg dulu merah menyala 
Temani aku kawan, saat taklukan dunia 
Ku ingin kau temani aku 
Dampingi aku sobat, saat kita pacu kobaran itu 
Ku ingin kau genggam tangan ini 
Lihat dirimu kawan,... 

Singkirkan bayangan itu 
Bayangan munafik dan bohong 

Terabaikan Dalam Sepi


Menyerah dengan rasa sepiku
Itulah kata dalam benakku
Hariku tetap sama dan terus berlalu
Tanpa pernah mengindahkan kisahku

Meski kusadar kusendiri
Tetapi mentari pun bersinar sendiri
Dilangit tetap sama setiap hari
Dan sangat terang menerangi

Ramaikah dunia ini Tuhanku….?
Dari seribu makhlukmu kuhanya ingin satu
Dia yang selalu kurindukan dihatiku
Yang kuingin temaniku dalam sepiku

Mungkinkah dia melupakanku
Melepas genggamannya dariku
Dan meninggalkanku dalam gelapnya hidupku
Teriakanku adalah ku membutuhkanmu sayangku